Label

Sabtu, 24 Maret 2018

Pembahasan Ekonomi Teknik

Ekonomi Teknik

Ekonomi Teknik  adalah bagian dari ilmu ekonomi yang bisa di aplikasikan pada proyek. Ekonomi teknik biasa digunakan oleh para insinyur untuk mencari solusi terbaik dengan mengukur nilai ekonomi dari setiap alternatif solusi yang potensial. Dapat disimpulkan bahwa ekonomi teknik adalah evaluasi  alternatif untuk menetukan suatu aktivitas atau investasi yang dapat memberikan kerugian (Least Costly) atau yang memberikan keuntungan paling banyak (Most Profitable). 
Ekonomi Teknik sangat berperan disuatu proyek. Supaya agar mengetahui seberapa besar keuntungan dan kerugian yang ada, serta dijadikan sebagai evaluasi permasalahan yang ada. Studi ekonomi
teknik dilaksanakan untuk menemukan dan mengevaluasi pilihan yang tersedia. Studi ini menjelaskan ada sejumlah alternatif yang lebih ekonomis dibanding alternatif yang ada (Giatman, 2006).
Selain itu menurut Giantman, 2006, Persoalan pokok yang dibicarakan dalam ekonomi teknik adalah bagaimana kita bisa menilai apakah tindakan yang diusulkan itu akan terbukti ekonomis untuk jangka panjang jika dibandingakan dengan altenatif yang mungkin. Penilaian tersebut tidak bisa didasarkan pada perasaan hal ini harus dipecahkan dengan sebuah studi ekonomi teknik. Nilai ekonomi juga tergantung dari hukum kegatan dan ketersediaan. Kegiatan ekonomi di sebuah proyek untuk memperoleh pada siklus suatu kegiatan proyek atau usaha yang ada. 
Dalam Ekonomi Teknik, juga ada pembahasan dan perhitungan mengenai umur mesin ,disetiap perusahan besar maupun kecil yang menggunakan mesin dalam usahanya. Selalu dihadapkan kepada masalah apakah mesin yang digunakan masih dapat terus dioperasikan atau apakah mesin yang baru akan lebih ekonomis untuk dimiliki. Semakin bertambah umur mesin mengakibatkan total biaya operasi akan menaik. Seorang pimpinan perusahaan harus mampu mengambil keputusan untuk mempertahankan mesin yang sudah ada atau menggantinya dengan mesin yang baru. Keputusan tentang masalah ini harus dibuat hati-hati serta seirama dengan perubahan dan perkembangan teknologi.

Jumat, 16 Juni 2017

Tugas 4

Metode Big M
Metode Big M digunakan untuk menyelesaikan fungsi-fungsi dalam program linier yang tidak berada dalam bentuk baku atau standar  ( bentuk standar adalah memaksimalkan Z sesuai dengan kendala fungsional dalam bentuk  ≤ dan kendala nonegativitas di semua variabel) dan salah satu contoh masalah dalam kendala funsional adalah bila fungsi dalam bentuk-bentuk = atau ≥ atau bahkan ruas kanan yang negatif.


Masalah ini akan muncul bila kita akan mencari basis fesibel awal sehingga sebelum mencari variabel apa yang akan menjadi variabel nonbasis bahkan basis perlu dilakukan suatu teknik pendekatan khusus untuk mengubah fungsi tersebut ke bentuk baku atau standar. Teknik pendekatan khusus tersebut dengan cara menambahkan variabel dummy (variabel artifisial) pada kendala fungsional dan teknik ini disebut dengan teknik variabel artifisial.
Metode Dua Phase     
Dalam menyelesaiakan suatu persoalan dimana variabelnya lebih dari dua, juga menggunakan suatu metode yang bertahap. Metode ini disebut sebagai metode dua phase.
Pada dasarnya Metode dua fase (phase) sama seperti metode big M yang juga digunakan untuk menyelesaikan persoalan pemrograman linier yang memiliki bentuk yang tidak standar.  
Metode Simpleks 
Metode simpleks adalah salah satu teknik penyelesaian pemrograman linier selain menggunakan metode grafis. Metode simpleks diaplikasikan pada komputer dan metode tersebut sangat membantu untuk permasalahan pemrograman linier yang rumit karena menggunakan fungsi dan variabel yang banyak dan tak mampu diselesaikan oleh metode grafis. 

contoh Kasus Metode Big M
ontoh lainnya :










Minimumkan :  z = 3x1 + 5x2








Berdasarkan pembatas :










x1

 4










2x2
= 12









3x1  + 2x2
 18









x1  , x2   0









Bentuk standar :











z = 3x1  + 2x2  + 0S1 + 0S2  + MA1 + MA2







x1

+ S1

= 4









2x2

+ A1
= 12







3x1  + 2x2
- S2
+ A2  = 18







x1  , x2 , S1, S2 , A1 , A2  0







(perhatikan bahwa penalty M bertanda positip).






Substitusi :










A1 = 12 - 2x2










A2 = 18 - 3x1  - 2x2  + S2








Sehingga didapat :










z = 3x1  + 2x2
+ 0S1 + 0S2
+ M(12 - 2x2) + M(18 - 3x1  - 2x2  + S2)


Atau :












z = (-3M+3) x1 + (-4M+5) x2 + 0S1  + MS2 + 30M






z - (-3M+3) x1 - (-4M+5) x2 - 0S1  - MS2 = 30M

















Iterasi
Basis

x1
x2
S1
S2
A1
A2
Solusi















S1

1
0
1
0
0
0
4


0
A1

0
2
0
0
1
0
12


















A2
3
2
0
-1
0
1
18










z
(3M-3)
(4M-5)
0
-M
0
0
30M










S1
1
0
1
0
0
0
4
1
x2
0
1
0
0
1/2
0
6

A2
3
0
0
-1
-1
1
6










z
(3M-3)
0
0
-M
(-2M+5/2)
0
6M+30










S1
0
0
1
1/3
1/3
-1/3
2
2
x2
0
1
0
0
1/2
0
6

x1
1
0
0
-1/3
-1/3
1/3
2










z
0
0
0
-1
(-M+3/2)
(-M+1)
36










sumber
http://materisekolah23.blogspot.co.id/2015/10/materi-riset-operasi-metode-big-m.html
http://drs-saukanihasan.blogspot.co.id/2012/06/operation-research.html








hjj